Sightseeing Denpasar 2008 merupakan inovasi dalam dunia pariwisata Bali untuk memperkenalkan lebih luas tentang potensi yang dimiliki Denpasar pada khususnya dan Bali pada umumnya. Namun dibalik itu semua banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan tidak hanya oleh instansi terkait dalam hal ini dinas pariwisata, namun perlu adanya kerjasama dari segenap masyarakat Denpasar untuk mewujudkannya agar menjadi lebih baik.
Mungkin setiap orang akan bertanya – tanya apa yang harus kita perkenalkan ke dunia internasional tentang Denpasar secara luas. Banyak yang harus diperbaiki bahkan harus dirubah, hal tersebut terjadi karena tidak lain karena faktor lingkungan dan alam sekitar yang menjadi titik tumpu dari segala perbuatan masyarakat Denpasar khususnya.
Jika menilik lebih dalam banyak tempat – tempat di Denpasar yang tidak sepa jika dilihat oleh mata. Salah satu contohnya adalah disekitar jalan Imam Bonjol. Sungai – sungai dipinggir jalan tersebut sangat kotor dan menimbulkan bau yang tidak sedap, hal tersebut diakibatkan oleh pembuangan limbah sembarangan dari perusahaan garmen yang terkemuka di Bali. Ini sangat ironis mengingat garmen merupakan salah satu potensi yang dapat memunculkan banyak devisa bagi Denpasar dan tentunya bagi negeri yang kita cintai ini.
Tidak ada tanggung jawab moral kepada alam dan lingkungan, hal yang sangat disayangkan apabila keadaan ini terus menerus terjadi maka lambat laun daerah sekitar sungai tersebut akan tercemar oleh bahan kimia yang membahayakan bagi kesehatan umat manusia. Dibeberapa daerah lain seperti daerah Pasar badung yang notabene menjadi pusat kota juga menjadi pusat sampah. Sungai Badung yang dulunya indah sekarang berubah menjadi pusat sampah. Korban urbanisasi besar – besaran juga menjadi salah satu pemicu hal tersebut terjadi.
Ini tentu sangat ironis banyak pantai yang tercemar oleh limbah pembuangan hotel jalan – jalan utama terganggu kenyamanannya akibat bau sampah yang berasal dari TPA Suwung yang dekat juga dengan pelabuhan Benoa.
Apakah ini yang dapat kita perlihatkan kepada dunia internasional, dengan hebatnya baliho Sightseeing Denpasar 2008 terpasanga dijalan – jalan utama Denpasar tetapi itu hanya akan tetap menjadi pelengkap yang mustahil terwujud. Pencitraan Denpasar yang hijau, asri, dan nyaman tidak akan pernah terjadi apabila masih ada suatu penghianatan kepada alam atau tidak tidak bertanggungjawab atas kerusakan alam yang telah diperbuat baik indivu maupun secara lembaga. Kalau hanya mengandalkan bicara – bicara yang tidak berguna itu tidak akan terjadi. Karena sejatinya alam butuh aksi, butuh suatu tindakan aktif untuk pengembalian dan penyelamatan alam. Lantas dengan apa caranya, ya mulai dari diri kita yang menyadari betapa pentingnya alam dan lingkungan lantas buat perubahan bagi alam dan lingkungan!
2 Responses to “Sightseeing Denpasar 2008 = Mission Imposible”
Leave a Reply









September 9th, 2008 at 11:32 am
judulnya “Sightseeing Denpasar 2008 = Mission Imposible” tapi kata pembukanya “Seeight Seeing Denpasar 2008 merupakan inovasi dalam dunia . . .”
yang bener yang mana? jangan mana bener dong…
September 9th, 2008 at 1:16 pm
ya udahhh kalo udah di benerin, udah baca emailku gak??
tadi maunya aku edit ehh ada warning si yuyu sedang mengedit post ini hehehe